Lembaga Keuangan Syariah untuk Kemajuan

  • Kamis, 05 April 2018 - 08:32:28 WIB
  • humas
Lembaga Keuangan Syariah untuk Kemajuan

Selong, ( 4/4 ) Pjs. Bupati Lombok Timur, H. Ahsanul Halik bersama Kepala OJK perwakilan Provinsi NTB, Farid Faletehan mersmikan gedung kantor baru Bank Perkreditan Rakyat Syariah TULEN AMANAH.

Pjs. Bupati Lombok Timur Ahsanul khalik dalam sambutannya menyampaikan selamat atas rampungnya gendung kantor baru BPR Syariah TULEN AMANAH ini. Menurutnya syariah itu harus dikampanyekan oleh ummat islam. "Negara ini tidak maju karena pengelolaan perbankan tidak dikelola dengan sistem syariah. Kenapa harus di kelola dengan syariah? karena di provinsi NTB jumlah penduduknya 90 muslim," ungkap Ahsanul.


Di Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah muslim masih tertinggal menggunakan sistem syariah ini. Tercatat hanya 4,8% bank yang menggunakan sistem syariah, menggunakan sistem konvensional. Begitu pula di NTB. "Bagi kita di Provinsi NTB baru saat menggunakan sistem syariah Itupun kegiatannya seperti hidup segan mati tak mau," kritik Ahsanul. Ahsanul berharap BPRS Tulen Amanah menjadi inspirasi terbentuknya  BPRS lain mengngat besarnya potensi di Lombok Timur.

 

Sementara itu sambutan Ketua OJK Perwakilan NTB,  Farid Faletehan menyampaikan bahwa perkembangan BPR Syariah Tulen Amanah amankah sangat panjang,  sampai dapat membangun kantor semegah ini. Tulen Amanah merupakan BPR  satu-satunya yang mengembangkan sistem Syariah. Farid menilai itu sebagai awal yang bagus. Ia berharap BPRS  serupa dapat tumbuh dan berkembang Di NTB. Mengingat penduduk NTB yang mayoritas muslim, diharapkan ke depan menjadi salah satu Provinsi percontohan yang mengembangkan sistem Syariah. Farid berarap ke depan bank Konvensional menjadi bank Syariah di NTB.
 
Hal senada disampaikan juga oleh Komisaris Utama Bank Perkreditan Rakyat Syariah TULEN AMANAH, Drs. H.L. Sistem syariah harus dikampanyekan bila ingin memamukan daerah ini. BPRS Tulen Amanah dimaksudkan untuk ikut menggeliatkan ekonomi rakyat terutama di Kabupaten Lombok Timur.

Gedung kantor baru yang dibangun di atas tanah seluas 5 are menelan biaya pembangunan sebesar 1,57 milyar.

 

  • Kamis, 05 April 2018 - 08:32:28 WIB
  • humas

Berita Terkait Lainnya