Memantapkan Jalan, Memantapkan Daya Saing

  • Selasa, 19 Maret 2019 - 08:07:39 WIB
  • humas
Memantapkan Jalan, Memantapkan Daya Saing

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Lombok Timur 2018-2023 menjabarkan Visi “Menuju Lombok Timur yang Adil, Sejahtera, dan Aman,” dalam enam misi. Misi tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari kesehatan, hingga pariwisata, mulai dari pendidikan hingga pemberdayaan perempuan.

Poin pertama dalam misi tersebut adalah membangun dan meningkatkan infrastruktur  wilayah secara berimbang pada bidang transportasi, energi, irigasi, air bersih, serta perumahan. Hal ini selaras dengan apa yang disampaikan Bupati Lombok Timur H. M. Sukiman Azmy ketika berpidato pertama kali usai dilantik, di mana ia menegaskan dalam lima tahun ke depan Pemerintahannya akan memastikan “Jalan mulus sepanjang jalan, air mengalir sepanjang tahun, dan listrik menyala sepanjang hari.” Hal ini terus menjadi penekanan setiap kali Bupati mengunjungi masyarakat, termasuk ketika rapat koordinasi pembangunan yang dipusatkan di sejumlah kecamatan. Rapat koordinasi ini dimaksudkan pula menyerap aspirasi masyarakat yang dinilai memiliki urgensi tinggi namun belum diakomodir pada rencana pembangunan tahun 2019.

Infrastruktur fisik menjadi salah satu prioritas. Diakui kondisi infrstruktur maish membutuhkan dorongan yang signifikan. Sementara infrastruktur fisik seperti jalan dan jembatan penting untuk meningkatkan keterhubungan, yang nantinya akan berdampak pada peningkatan perekonomian, yang secara langsung terkait erat dengan kesejahteraan. Kecuali itu, bicara infsratruktur juga adalah berbicara daya saing daerah. Kemantapan jalan adalah salah satu indikator aspek daya saing sebuah daerah, di samping sejumlah aspek lainnya seperti pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan laju pertumbuhan PDRB per-kapita.

Berdasarkan data Subdit Manajemen dan evaluasi jalan daerah, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Lombok Timur per-2018 memiliki kemantapan jalan  47,84% dari ruas jalan yang ada. Dengan total 1.018 Km jalan Kabupaten, artinya Lombok Timur hanya memiliki 487,01 Km jalan mantap. Angka tersebut mengalami penurunan dibanding tahun 2017 yang persentasenya mencapai 50,48%. Angka tersebut juga masih jauh dari target RPJMD 2013-2018 yang ditarget 75 persen. Padahal dari segi panjang jalan Lombok Timur adalah Kabupaten dengan ruas jalan terpanjang ke dua di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Meningkatkan kemantapan jalan ini, Pemerintah Lombok Timur pada RPJMD 2018-2023 menargetkan akhir tahun 2019 mendatang sedikitnya akan ada 126 Km jalan mantap. 117,542 Km di antaranya didanai APBD Lombok Timur.

Tahun Pertama pelaksanaan RPJMD 2018-2023 ini Pemerintah mengalokasikan tigaratus milyar rupiah dengan sistem tahun jamak (multi years) untuk pembangunan infrastruktur, termasuk sarana air bersih dan irigasi. Nota Kesepahaman untuk kontrak tahun jamak telah disetujui bersama antara eksekutif dan legislatif pada Nopember 2018 lalu. Khusus untuk infrastruktur jalan saja nilainya Rp. 235 (duaratus tigapuluh lima) milyar. Dana ini dialokasikan untuk 34 ruas jalan status dan 24 jalan non status yang tersebar di berbagai kecamatan. Tahun 2019 ini alokasinya adalah Rp. 66,5 (enampuluh enam koma lima) milyar. Sisanya dianggarkan pada dua tahun berikutnya, yaitu Rp. 85,225 (delapanpuluhlima koma dua dua lima) milyar pada 2020, dan Rp. 83,275 (delapanpuluh tiga koma dua tujuh lima) milyar di tahun 2021.

            Selain itu terdapat pula kegiatan penunjang peningkatan layanan infrastruktur jalan. Tahun 2019 direncanakan belanja pembebasan lahan untuk pelebaran jalan Rempung–Pengadangan sebesar Rp. 10,5168 (Sepuluh koma Lima satu Enam delapan) milyar. Ruas jalan ini sebagai salah satu penunjang pengembangan wisata, dengan panjang tak kurang dari enam kilometer. Ruas jalan ini direncanakan memiliki lebar enam meter yang mengacu pada standar Pemerintah pusat, di mana ukuran badan jalan Kabupaten minimal empat meter.

Selain bersumber dari APBD, tak kurang dari duapuluh dua kilometer juga akan dikerjakan tahun 2019 ini melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Bersumber dari DAK Fisik Reguler terdapat 9,883 (Sembilan koma enam delapan tiga) km jalan dan 40 (empatpuluh) meter jembatan. Nilai DAK ini mencapai Rp. 23,515 milyar. Sedangkan dari DAK Fisik Penugasan panjangnya mencapai 13,356 km senilai Rp. 18,945 milyar.

Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Lombok Timur Moh. Rozikin menyatakan, untuk yang bersumber dari DAK pihaknya dapat memastikan Februari ini prosesnya sudah dapat dimulai, dan April mendatang pengerjaannya sudah dapat dilaksanakan. Sedangkan untuk APBD penandatanganan kontrak baru dapat dilaksanakan pada April.

Menjaga dan mempertahankan kemantapan jalan agar tidak terus mengalami penurunan, pihak Bina Marga bersinergi dengan OPD terkait lainnya, termasuk pihak desa. Hal ini guna meminimalisir kerusakan jalan yang disebabkan aspek di luar kualitas jalan itu sendiri, seperti kondisi drainase dan aspek lainnya, termasuk sampah, sebagai ekses aktivitas masyarakat. Diharapkan semua pihak dapat memahami bahwa kondisi jalan tidak hanya persoalan kualitas pada saat dibangun, sehingga semua pihak, termasuk masyarakat dapat turut membantu Pemerintah menjaga dan mempertahankan kondisnya. Membaiknya kondisi jalan diharapkan berbanding lurus dengan membaiknya daya saing serta kehidupan masyarakat Lombok Timur.

 

*artikel ini pernah diterbitkan di harian Radar Lombok pada 7 Februari 2019 sebagai kerjasama Humas Setda Lotim dengan Radar Lombok

  • Selasa, 19 Maret 2019 - 08:07:39 WIB
  • humas

Berita Terkait Lainnya