Pembangunan Bidang Kesehatan untuk SDM Berkualitas

  • Kamis, 21 Maret 2019 - 09:34:25 WIB
  • humas

Pembangunan bidang Kesehatan merupakan satu dari tiga sektor penunjang peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur berkomitmen untuk meingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat sebagai upaya menggenjot IPM Kabupaten Lombok Timur yang saat ini berada pada posisi ke 9 dari 10 Kabuaten/ Kota di Provinsi NTB. Bidang kesehatan merupakan salah satu satu prioritas pembangunan di Kabupaten Lombok Timur dalam 5 tahun ke depan, yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lombok Timur 2018-2023.

Berbagai upaya ditempuh Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk meningkatkan pembangunan bidang kesehatan ini. Bahkan sejak dilantik 26 September 2018 Bupati Lombok Timur H.M Sukiman Azmy dan Wakil Bupati H.Rumaksi Sj, kebijakan pertama yang diambil adalah menggratiskan biaya pelayanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu di semua Fasilitas Kesehatan Milik Pemda, baik Puskesmas maupun Rumah sakit dengan membawa Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari Desa/Kelurahan setempat. Kebijakan ini berlaku sejak tanggal 1 Oktober 2018.

Kebijakan tersebut diakui Direktur RSUD Dr. R. Soedjono Selong Dr. Hasbi Santoso tidak berpengaruh kepada kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Harus disadari bahwa masyarakat yang menggunakan SKTM bukan berarti tidak membayar biaya pelayanan kesehatan, akan tetapi dibayarkan oleh Pemerintah Daerah.

Saat ini Rumah Sakit milik Pemerintah Daerah tersebut tengah berbenah untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, termasuk menyiapkan diri menjadi rumah sakit induk. Rumah sakit induk ini nantinya akan mempersiapkan Rumah Sakit di Labuhan Haji yang dibangun oleh Baznas, serta terkait dengan rencana meningkatkan status Puskesmas Aikmel dan Puskesmas Keruak menjadi Rumah sakit sebagai rujukan masyarakat di wilayah utara dan selatan. Dengan demikian pelayanan kesehatan dapat merata dan dekat dengan masyarakat.

Mempersiapkan Rumah sakit yang ada di Labuhan Haji menjadi Rumah sakit type D setidaknya Pemda harus menyiapkan sekitar 35 Milyar Rupiah. Dana tersebut untuk melengkapi sarana dan prasana serta alat penunjang medis yang dibutuhkan. Sedangkan untuk petugas kesehatan RSUD Dr.R.Soedjono Selong siap mem-back-up, termasuk ketersediaan Dokter Spesialis sebagai prasyarat menjadi Rumah sakit type D. Dibutuhkan sedikitnya empat jenis spesialis yaitu Spesialis dasar seperti spesialis penyakit dalam, anak, kandungan dan bedah dan dua spesialis tambahan lainnya.

Menurut Dr. Hasbi upaya untuk meningkatkan grade Rumah Sakit Dr.R.Soedjono Selong yang saat ini type C menjadi rumah sakit type B bukanlah hal yang utama. Prioritas justru peningkatan kualitas dan mutu pelayanan yang diberikan. Terlebih dengan aturan yang ditetapkan BPJS Kesehatan beberapa waktu lalu bahwa rujukan dari Faskes tingkat pertama harus melalui rumah sakit type D atau type C. Jika tidak bisa ditangani barulah pasien dirujuk ke rumah sakit type B.

Kebijakan tersebut tentunya akan berpengaruh kepada masyarakat jika RSUD Dr.R.Soedjono Selong menjadi rumah sakit type B, karena rujukan pasien yang menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) ataupun BPJS tidak dapat terlayani. Untuk meningkatkan status menjadi type B diakui hasbi tinggal menambah dua jenis layanan dokter spesialis dari 10 layanan yang ada. Prasyarat menjadi rumah sakit type B adalah memiliki 12 jenis layanan dokter spesialis. 

Dari itulah upaya penataan dan pembenahan fasilitas dan kualitas pelayanan menjadi perhatian. Melengkapi jumlah layanan spesialis seperti dokter spesialis jantung dan gizi yang mulai dibuka dalam beberapa bulan terakhir, adalah di antaranya. Selain itu dilakukan pula penambahan jumlah alat Hemodialisa atau cuci darah. Alat yang beroperasi saat ini adalah 9 unit namun masih kurang karena jumlah pasien yang dilayani cukup banyak.

Tahun 2019 ini Rumah sakit Daerah juga akan dilengkapi dengan alat CT Scan. Dengan keberadaan alat ini pasien yang membutuhkan tidak perlu lagi jauh-jauh ke Mataram. Direktur RSUD Selong menyatakan pihaknya akan menjalin komunikasi dan kerajsama dengan Rumah sakit di Pulau Sumbawa agar pasien yang membutuhkan CT scan bisa terlayani di Selong.

Di samping meningkatkan pelayanan kesehatan kepada Pasien, kenyamanan keluarga pasien dan pengunjung juga menjadi perhatian. Upaya ini dilakukan dengan membenahi fasilitas ruang tunggu termasuk menata tempat parkir kendaraan.

Mendukung pelayanan ini, setiap petugas yang ada di RRSUD Dr.R.Soedjono Selong dipastikan memakai seragam kerja dan dilengkapi dengan kartu tanda pengenal. Ini akan memudahkan pasien maupun keluarga pasien untuk menyampaikan pengaduan jika tidak terlayani dengan baik.

Melihat rasio jumlah penduduk dan ketersediaan tempat tidur bagi pasien rawat inap, baik yang ada di setiap Puskesmas, RSUD, maupun rumah sakit swasta di Lombok Timur, Hasbi menilai telah mencukupi. Terlebih pihaknya juga tetap bersinergi dengan rumah sakit swasta yang beroperasi di daerah ini guna memberikan pelayanan kepada masyarakat. 

Lebih dari itu, pihaknya berharap dengan peningkatan fasilitas layanan kesehatan yang telah disiapkan Pemerintah Daerah ini dapat menggugah  kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan. Masyarakat harus melihat kesehatan itu mahal, dan lebih mudah dan utama adalah pencegahan. Ia mencontokan hal kecil yang dilakukan seperti menjaga kebersihan diri dan lingkungan yang akan memberikan manfaat besar untuk kehidupan kita. 

  • Kamis, 21 Maret 2019 - 09:34:25 WIB
  • humas

Berita Terkait Lainnya