Bupati Lombok Timur Pimpin Rakor di Pringgabaya

  • Rabu, 17 Oktober 2018 - 10:20:07 WIB
  • humas
Bupati Lombok Timur Pimpin Rakor di Pringgabaya

Selong (16/10), Bupati Lombok Timur Drs. H. M.Sukiman Azmy, MM meminta Tim verifikasi yang diketuai oleh Kadis PUPR Kabupaten Lombok Timur untuk mempercepat penyelesaian verifikasi dan validasi rumah warga yang rusak terdampak gempa. Ia juga mengingatkan agar dalam melakukan verifikasi tidak terjadi tumpang tindih sehingga tidak ada masyarakat yang protes, "Hati-hati dalam mendata, jangan sampai muncul masalah di belakang hari".

Hal ini disampaikan Bupati pada Selasa (16/10) di kantor Camat Pringgabaya pada rapat dalam rangka sinkronisasi, validasi dan finalisasi data menjelang realisasi pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga korban gempa Kecamatan Pringgabaya di hadapan kepala OPD terkait, Komandan Sektor 3 Kogasgabpad, Pinca BRI Selong, Koordinator Rekompak dan unsur lainnya yang hadir. Sukiman juga mengungkapkan masalah yang ada di Kecamatan Pringgabaya masih banyak tenda yang dihuni masyarakat di beberapa lokasi sehingga melalui Camat agar menghimbau warga pengungsi segera tinggalkan tenda dan kembali ke rumahnya masing-masing.

Sesuai data dari dinas PUPR bahwa hasil verifikasi di Kecamatan Pringgabaya sampai tanggal 15 Oktober sebanyak 4.028 unit terdiri dari 1.081 unit Rusak Berat, 480 unit Rusak Sedang dan 2.467 Rusak Ringan yang meliputi 14 desa dari 15 desa yang ada di Kecamatan Pringgabaya. "Jadi, belum seluruhnya terverifikasi", ungkap Masfu Plt. Camat Pringgabaya.

Terkait belum rampungnya verifikasi dan validasi data, Kadis PUPR Toni Satria Wibawa berkomitmen akan mempercepat penyelesaian pekerjaan ini dengan membagi tim di lapangan, sehingga target tanggal 20 Oktober dapat selesai untuk seluruh kecamatan terdampak di Kabupaten Lombok Timur. Validasi di Kecamatan Sembalun dan Sambelia sudah dirampungkan, disusul Kecamatan Pringgabaya dan wilayah lainnya. Toni memaparkan data sampai dengan SK ke-30 telah terverifikasi sebanyak 22.449 unit terdiri dari 6.955 Rusak Berat, 2.661 Rusak Sedang dan 12.833 Rusak Ringan. Data ini termasuk 276 Fasilitas Umum (Fasum).

Sementara itu pimpinan cabang BRI Selong Tasurun menyampaikan transfer dana bantuan stimulan pembangunan rumah yang sudah masuk ke BRI sebesar Rp. 300,2 Milyar. Tahap awal R. 148,6 Milyar dan pada tanggal 9-12 Oktober sebesar Rp. 151,6 Milyar.

Terpisah Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Lombok Timur mengatakan proses pemberian bantuan dan pencairan dana stimulan bagi korban gempa cukup rumit, mulai pendataan awal, verifikasi dan validasi data, pembuatan rekening warga, pembentukan Kelompok Masyarakat (Pokmas), proses transfer rekening KK ke Pokmas, gambar, RAB, MoU dan sebagainya. Sekarang ini akan disederhanakan oleh Pemerintah sehingga prosesnya lebih cepat. Terpenting rumah yang dibangun tahan gempa dan pengelolaannya akuntabe, "Kita harus optimis, Pembangunan rumah warga yang terdampak gempa akan selesai sesuai target", kata Subhan.

  • Rabu, 17 Oktober 2018 - 10:20:07 WIB
  • humas

Berita Terkait Lainnya