Apel Gelar Fasilitator Terpadu

  • Senin, 01 April 2019 - 13:49:55 WIB
  • humas
Apel Gelar Fasilitator Terpadu

Menindaklanjuti beralihnya tanggung jawab Pemerintah Pusat ke Pemerintah provinsi NTB terkait penanggulangan dampak bencana, Pemerintah Lombok Timur  menggelar Apel Fasilitator Terpadu Rumah Rusak Berat (RB), Rusak Sedang (RS), dan Rusak Ringan (RR). Apel
yang berlangsung Senin (1/4) di pendopo Bupati Lotim ini dihadiri Dandim 1615 WB Lotim, Kapolres Lotim, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perkim, Kepala BRI cabang Selong, Korwil Rekompak, Danramil, Babinsa, Babinkamtibmas polres Lotim dan para Fasilitator sipil, TNI dan Polri.

 

Bupati Lotim yang diwakili Kepala Pelaksana BPBD Lotim Purnama Hadi, S.Sos menyampaikan salah satu kendala yang dihadapi adalah berakhirnya masa kontrak CPNS yang berasal dari Kementrian PUPR sebanyak 126 orang per 31 Maret 2019. Ia  berharap ada penggantinya sehingga batas akhir massa transisi pada  12 April 2019 target dapat tercapai.


Kendala lainnya adalah belum terealisasinya seluruh dana bantuan stimulan dari pemerintah pusat. Purnam Hadi menyebut proses penanganan baru 80 persen.  Diharapkan dalam dua minggu ini setidaknya  dapat digunakan untuk pendebetan dana dari rekening Individu ke rekening Pokmas. Karenanya Kepala Desa diminta segera membuat SK Pokmas guna membantu masyarakat dalam percepatan pembangunan RB, RR dan RS di Lotim.

 

Sementara itu Dandim 1615 WB Lotim, Letkol Inf Agus Prihanto Donny, S. Sos menilai pentingnya pertemuan ini untuk mengevaluasi dan merencanakan langkah-langkah yang harus dipadukan dari Provinsi hingga ke Fasilitator, serta akan dibentuk sektor-sektor di tingkat Kabupaten, Kecamatan yang berlokasi di Kantor BPBD dan Koramil/Polsek. Hal senada juga disampaikan  Kapolres Lotim, AKBP Ida Bagus Made Winarta SIK.

Terakhir, Pimpinan Cabang BRI Selong Tasurun berharap dana yang masih berada di individu segera dipindahkan ke rekening Pokmas sehingga dana yang berada di masyarakat tidak dibekukan atau ditarik kembali oleh pusat. Ia menyarankan percepatan pembentukan Pokmas  agar dana yang baru masuk sebanayak Rp. 65 M dapat langsung di-transfer oleh bank ke Pokmas, jelasnya.

 

  • Senin, 01 April 2019 - 13:49:55 WIB
  • humas

Berita Terkait Lainnya