Program Asuransi Usaha Ternak Sapi Diluncurkan

  • Selasa, 30 April 2019 - 21:32:10 WIB
  • humas
Program Asuransi Usaha Ternak Sapi Diluncurkan

 

Bupati Lombok Timur H.M.Sukiman Azmy  pada peluncuran asuransi usaha ternak sapi (AUTS) yang berlangsung Selasa ( 30/04 ) di dusun Tanak Mira, Desa Wanasaba Lauq, Kecamatan Wanasaba, menyampaikan program ini adalah bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain ternak Pemerintah juga menyediakan asuransi bagi nelayan. Sukiman berharap agar Pemerintah Provinsi juga memberikan perhatian serupa dalam bentuk bantuan ternak.

Bupati juga menyampaikan terimakasih kepada masyarakat yang telah memelihara ternaknya dengan baik sehingga berhasil meningkatkan populasi ternak di daerah ini.


Sebelumnya, Direktur PT. Jasindo, Aldo Aldustur menyampaikan Program asuransi ini diberikan khusus untuk sapi betina. Jika sapi mati, peternak bisa mendapatkan santunan sebesar Rp 10 juta, dengan catatan sapi itu mati akibat kecelakaan, sakit, melahirkan bahkan hilang akibat pencurian. .Sementara untuk sapi jantan tetap mendapatkan asuransi. Hanya saja, mekanismenya berbeda dengan sapi betina.

 

Ke depan diharapkan timbul pemahaman dan kesadaran akan pentingnya berasuransi khususnya kepada para peternak/petani. Program ini diharapkan pula dapat memberikan ketenangan bagi para peternak dalam menjalankan usaha ternak sapi/ kerbau, dengan tetap mengedepankan metode peternakan yang baik. Kepada pemkab Lotim diharapkan bantuan seperti ini dapat diperluas tidak hanya perlindungan terhadap sapi, namun juga dapat mendukung terhadap program asurasi usaha tani padi, tani jagung, serta perlindungan terhadap jiwa nelayan.


Sampai Maret 2019 sudah terdaftar calon peserta AUTS sebanyak 2.300 ekor. Sejak digulirkannya program AUTS/K Lotim merupakan Kabupaten terbanyak yang memanfaatkan asuransi ini. Termasuk, juga terbanyak mengajukan klaim ganti rugi akibat kematian dan kehilangan ternak. Pada tahun 2016 dari 1.321 pemegang polis di NTB, diantaranya 737 polis ( 55,77 ) dari Lotim, dan dicairkan klaim sebanyak 4 ekor, Tahun 2018 meningkat menjadi 61 ekor yang diklaim dari 1.088 ekor polis (43,20) dari 2.518 ekor total polis se NTB. Pada tahun 2018, terjadi peningkatan peserta asuransi sebanyak 3.649 ekor dan diajukan klaim sebanyak 66 ekor senilai Rp. 449.250.000 di mana kasusnya kebanyakan adalah potong paksa.


Peluncuran asuransi ternaik ini dirangkaikan dengan pelayanan pengobatan masal ternak dan pelayanan IB yang direncanakan di semua Kecamatan tergantung tersedianya obat-obatan dan vitamin, sedangkan pelayanan IB dilakukan melalui upaya khusus sapi wajib bunting (UPSUS SIWAB) yang direncanakan tahun 2019 ini sebanyak 19.000 STRAW sapi bali dan sapi persilangan.


Pada kesempatan itu Bupati didampingi Direktur PT. Jasindo, menyerahkan secara simbolis polis asuransi untuk 10.000 ekor sapi kepada peternak Program Asuransi Usaha Ternak Sapi dan Kerbau (AUTS/K), dan klaim asuransi kepada peternak atas kasus mati bangkang dan  potong paksa.

 

Kegiatan ini dihadiri pula Camat Wanasaba, Kepala Desa Wanasaba Lauq, Para pengurus Kecamatan, Dokter Hewan, Paramedis, Inseminator, Para peserta AUTS, dan Kelompok ternak.

  • Selasa, 30 April 2019 - 21:32:10 WIB
  • humas

Berita Terkait Lainnya